Bulan November memang identik dengan peringatan hari pahlawan. Di bawah ini saya posting coretan Mohammad Natsir yang gambar aslinya diambil dari majalah Tempo edisi 14-20 Juli 2008. Saat itu Tempo menerbitkan edisi khusus dalam rangka memperingati 100 tahun Natsir. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang perjalanan hidup Natsir, sebelumnya saya lebih banyak mengenal dia sebagai salah satu tokoh petisi 50. Natsir seorang tokoh yang sangat sederhana, santun dalam berpolitik dan hidupnya penuh pengabdian untuk bangsa ini. Gelar pahlawan nasional yang baru-baru ini diberikan kepada beliau sungguh tepat walau sangat terlambat.
George McTurnan Kahin, Indonesianis asal Amerika yang bersimpati pada perjuangan bangsa Indonesia bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan Natsir yang waktu itu menjadi Menteri Penerangan. Kahin sangat terkejut, sang Menteri memakai jas bertambal dan hanya mempunyai dua stel kemeja yang sudah butut.
5 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal












Iyya, betul sekali, generasi sekarang dan masa depan harus mempunyai orang-orang seperti beliau, Bung Hatta, dkk…
saya jg kagum sekali dgn beliau, pak. natsir yg bersahaja, zuhud. natsir yg tenang namum lantang. pembawa keseimbangan dlm pemerintahan soekarno kala itu. sempat dicap pemberontak pula. yah, adakah bangsa ini memiliki natsir-natsir baru?
(^_^)v
kontras sekali dengan keadaan anggota kabinet jaman sekarang
apalagi anggota dewan yang terhormat
Pak Natsir keras dalam prinsip idealisme yg beliau yakini..
Politisi kini kini keras dalam prinsip mereka untuk mendapatkan ‘rejeki’ yang mereka mau, harus mereka dapatkan… bahkan yg tidak halal pun mereka lakoni..
jaman sekarang jarang ada tokoh besar yang punya jiwa sederhana….