Bill Clinton menjadi presiden Amerika Serikat ke 42 pada usia 46 tahun tanggal 20 Januari 1993. Menjadi presiden Amerika bagi Bill Clinton ternyata merupakan cita-cita dari masa kecil. Bermula dari pertemuannya dengan Presiden John F. Kennedy pada tanggal 24 Juli 1963 di Gedung Putih dalam rangka hari Boys Nation di Gedung Putih.

Sejak salaman dengan President John F. Kennedy, yang merupakan presiden ke 35 itu, Bill Clinton bercita-cita untuk menjadi presiden Amerika Serikat. “I will be the president of United States,” ujar Clinton saat itu kepada temannya. Tiga puluh tahun kemudian, pada usia 46 tahun, Bill Clinton benar-benar menjadi presiden Amerika Serikat.

Jabatan tangan dan sosok John F. Kennedy telah menjadi role model bagi Clinton yang sepanjang hidupnya menginspirasi. Kemudian, segala aktivitas yang dijalani Clinton termasuk ketertarikannya kepada politik bermula dari pertemuan singkat tersebut.

Meskipun tidak bertemu secara langsung, seperti pengalaman Clinton, ternyata Obama terinspirasi menjadi pemimpin Amerika Serikat oleh Abraham Lincoln, Presiden Amerika ke 14. Perhatiannya kepada negara yang sangat besar memberikan pemahaman bagi Obama untuk menempatkan orang-orang capable. Sekalipun orang-orang tersebut adalah lawan-lawannya, karena kecintaannya yang sangat besar bagi bangsanya.

Dari segi ini, Obama juga terilhami oleh Nelson Mandela. Masih tentang mementingkan negara dari pada kepentingan pribadi. Nelson Mandela tidak pernah dendam pada orang-orang pemerintahan Apharteid yang telah memenjarakannya selama hampir 28 tahun. Ketika akhirnya terpilih jadi presiden, Mandela malah memaafkan kaum Apharteid dan menyatukan bangsanya yang terkoyak.

Obama menunjukkan kecintaanya kepada Amerika Serikat dengan berjuang keras menjadi presiden dan menerapkan hal-hal yang dilakukan oleh dua orang hebat yang menginspirasinya.

Dapat dikatakan bahwa inspirasi muncul dari orang-orang yang memiliki kemampuan hebat, orang-orang besar dan para pemimpin bangsa. Akan tetapi, apakah inspirasi selalu dari orang-orang hebat itu seperti Kennedy, Lincoln dan Mandela? Ternyata tidak. Inspirasi bisa datang dari orang ‘hebat’ di keluarga, yakni ayah.

Seorang ayah merupakan sosok yang penting bagi anak laki-laki. Ketidakhadiran ayah dalam kehidupan seorang anak laki-laki dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Ayah memiliki peran penting memberikan pelajaran berharga untuk jadi modal hidup bagi anak laki-lakinya. Seorang anak mendapatkan kemampuan menjadi lelaki dewasa dari ayahnya.

Seorang ayah memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan emosi, fisik, dan pertumbuhan kemampuan kognitif seorang anak laki-laki, sejak kelahirnannya. Penelitian menunjukkan, seperti dikutip dari familyeducationdotcom, seorang laki-laki dengan ayah yang penyayang menunjukkan rasa sayang yang konsisten, perhatian dan memiliki sedikit masalah dengan rekan, pendidikan dan perilaku masa remajanya.

Penelitian pada laki-laki dan perempuan berusia 26 tahun menunjukkan bahwa meskipun peran ibu penting, tetapi pertumbuhan emosi anak sangat tergantung pada keterlibatan ayah dalam mendidik sejak usia dini. Keterlibatan aktif ayah sejak kecil akan bertahan hingga masa dewasanya. Peran seorang ayah sangat penting dan berpengaruh pada pertumbuhan anak laki-lakinya.

Peran kedua orang tua memang sangat penting. Peran ibu dan ayah sama pentingnya. Tetapi meskipun demikian ibu dan ayah memiliki perbedaan dalam perannya. Masing-masing ibu dan ayah memiliki peran yang berbeda.

Seorang anak laki-laki akan belajar dari ayahnya, bahkan sekalipun anak tersebut tidak sungguh-sungguh memahami tentang laki-laki dan tugasnya. Tetapi, dari ayah anak laki-laki belajar mengenai maskulinitas, juga tentang hal yang disukai dan tidak disukai laki-laki. Bahkan banyak anak yang mengatakan bahwa mereka ingin seperti ayahnya. Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa seorang ayah memiliki pengaruh kuat terhadap pertumbuhan anak laki-lakinya. Dan itu dimulai dari masa bayinya.

Masalah selanjutnya adalah terkait perwujudan dari peran penting ayah tersebut. Lalu, tindakan-tindakan apa yang dilakukan? Model seperti apa yang diperankan? Permainan seperti apa yang dilakukan? Caranya bagaimana?

Pada intinya adalah frekuensi kehadiran ayah dalam hidup anak laki-lakinya. Ada sedikit ketidaksetujuan dengan quality time. Maksudnya adalah meskipun frekuensi pertemuan sedikit, tetapi pertemuannya berkualitas. Mestinya, disamping pertemuannya berkualitas dalam pengertian ayah berperan dengan baik, tetap frekuensi sering sangat diperlukan.

Waktu yang singkat hanya akan memberikan eksposur yang singkat pula. Tidak banyak pengaruh bagi anak dan perkembangannnya. Proses ikatan emosi yang kuat dengan anak laki-laki, dengan syarat frekuensi terpenuhi, dapat dilakukan dalam banyak hal.

Ayah harus terlibat dalam proses belajar anak laki-lakinya. Meskipun sering peran ini diserahkan kepada ibu, tetapi ayah harus tetap hadir. Cara ayah akan menentukan pemahaman dan kebiasaan laki-laki yang akan diikuti oleh sang anak laki-laki itu.

Cara ayah memperlakukan ibunya juga bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi anak laki-lakinya. Ayah yang menghormati dan menyayangi ibunya akan memberikan gambaran bagi anak laki-lakinya tentang cara memperlakukan wanita. Kelak ketika dewasa, anak tersebut akan memperlakukan wanita seperti ayahnya memperlakukan ibunya.

Pelibatan ayah dalam kegiatan anak di samping belajar tadi bisa dilakukan dengan bermain. Ayah ikut berperan dalam permainan anak, seperti perang-perangan. Diupayakan aktivitas yang dilakukan yang bersifat aktif. Tidak hanya diam dan tidak ada interaksi, seperti bermain game di komputer atau bermain gadget di ruangan yang sama.

Bermain sepeda bersama juga memberikan penguatan ikatan dan tentunya pembelajaran bagi anak tentang beraktivitas luar ruangan. Perihal mengendarai, tata aturan di jalan dan meningkatkan keberanian anak berinteraksi dengan lingkungan yang lebih besar, yakni masyarakat.

Bermain bersama anak ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Artinya perhatian dan fokus ayah tidak boleh terbagi. Jika bermain pun, ayah dapat menjadikan anak sebagai pemimpin tim. Disini juga anak bisa belajar tentang pengambilan keputusan.

Memperbaiki mainan yang rusak menjadi kesempatan yang dapat dimanfaatkan terkait meningkatkan chemistry ini.  Anak dan ayah dapat bersama-sama memperbaiki, dengan anak tetap sebagai ‘montir’nya hingga anak tidak dapat lagi mengerjakannya.

Meja makan bisa menjadi arena mendorong tumbuhnya anak laki-laki. Di samping mendengarkan, juga kita harus menghargai pendapat anak laki-laki. Memberikan penjelasan dan masukan juga harus mengikuti alur pikir sang anak. Tidak memaksakan kehendak tanpa mengetahui keinginan dan maksud anak lelaki tersebut.

Mendengarkan anak juga salah satu carayang ampuh. Anak-anak pada umumnya akan banyak bertanya. Jika ayah memberikan perhatian pada pertanyaan dan memberikan jawaban maka akan memberikan pengertian akan kecerdasan ayah. Anak akan meniru dan ingin cerdas juga seperti ayahnya.

Perhatian ayah yang fokus juga dapat dirasakan anak. Jadi, ketika anak bertanya, maka ayah harus hentikan aktivitasnya. Jika ayah sedang membaca koran, singkirkan korannya. Jika ayah sedang bermain handphone, segera simpan handphone-nya lalu fokus pada anak.

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran ayah menjadi sentral. Waktu harus diberikan dengan frekuensi tinggi dan juga harus berkualitas. Perhatian ayah memberikan dampak pada pertumbuhan emosi anak laki-laki hingga pada masa dewasanya. Ketegasan ayah tentunya harus juga ditunjukkan. Tidak setiap tindakan anak memang harus dilayani, apalagi jika itu dianggap tidak pas. Jika sedang sibuk, berikan tenggat waktu untuk, misalnya, kapan bermain dengan ayah dan pastikan itu ditepati. Ini akan menular kepada anak, ketegasan dan disiplin.

Bisa jadi, terjadinya kekerasan pada kehidupan remaja ditandai dengan perkelahian, penggunaan obat terlarang bahkan perilaku seks bebas serta merokok pada usia yang sangat muda, karena ketidakhadiran ayah di keluarga. Kadang kala, ayah yang menjaga jarak dengan anak karena gengsi atau bahkan karena budaya. Jumlah anak yang banyak juga akan mempengaruhi frekuensi dan kualitas pertemuan ini.

Pekerjaan keras ayah ini akan sangat menentukan masa depan anak laki-lakinya. Dengan demikian, dapat dikaitkan peran ayah ini dengan pembentukan generasi muda yang tangguh.

Ayah akan menjadi driving role dalam hidup anak laki-lakinya, sejak dari bayi hingga dewasanya. Jadi ayah, berikanlah anak laki-lakimu waktumu yang berkualitas dengan frekuensi sering. Kelak, anak laki-lakimu akan menjadi lelaki hebat dan ayah akan dikenang sebagai lelaki luar biasa.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *